Mendekat dan Berdoalah kepada Allah
Zaman yang penuh gejolak dan fitnah seperti saat ini, semestinya mendorong kita untuk terus mendekat kepada Allah..
Setiap saat, setiap keadaan, kala lapang atau sempit. Kita harus saling berpacu, mendekat lebih dekat kepada Allah,
agar setiap saat kita selalu dalam bimbingan-Nya, agar kita senantiasa mendapat pertolongan-Nya,
karena Dialah penolong sejati Yang pasti akan mengeluarkan manusia dari setiap permasalahan hidupnya.
Sudah semestinya kita hanya meminta dan bersyukur kepada Allah.
Sudah seharusnya juga kita beribadah dan mempersembahkan amal shalih hanya kepada Allah.
Tidak sepantasnya kita meminta kepada selain Allah. Dan tidak sepatutnya kita bersyukur kepada selainnya…
Sejenak Merenung…
Ketika engkau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia.. Allah tahu betapa kerasnya engkau sudah berusaha..
Ketika engkau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih… Allah sudah menghitung air matamu..
Ketika engkau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk dengan diri mereka sendiri… Allah selalu berada di sampingmu…
Ketika engkau pikir bahwa engkau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi… Allah punya jawabannya…
Allah adalah Dzat Yang Maha Kuasa, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang yang telah berfirman dalam Al Qur’an:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.
Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku,
Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”
(QS. Al Baqoroh: 186)
Kedekatan Allah kepada hambanya adalah jaminan bahwa Dia Maha Mengetahui keinginan, perasaan, pikiran, kata-kata yang diucapkan, bisikan,
bahkan apa saja yang tersembunyi dalam hati kita.
Dengan demikian, Allah Mendengar dan Mengetahui setiap orang yang berdo’a dan bermunajat kepadaNya.
Inilah karunia Allah kepada manusia dan sebagai wujud dari kasih sayang, rahmat, dan kekuasaan-Nya yang tiada batas.
Dialah pemilik segala sesuatu di seluruh alam semesta.
Setiap makhluk, mulai dari orang yang tampaknya paling kuat hingga orang yang terlemah,
dari binatang yang sangat besar hingga yang terkecil, semuanya milik Allah dan berada dalam kehendak serta pengaturanNya yang mutlak.
Bila kita menyakini kebenaran ini,
maka kita bisa berdo’a kepada Allah mengenai apa saja sambil menyakini bahwa Dia akan mengabulkan do’a kita.
Bila kita mengalami ketakutan dan kecemasan,
kita bisa berdo’a kepada Allah agar terbebas dari ketakutan dan kecemasan itu.
Begitu pula bila kita menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan,
maka kita bisa menghadapkan hati dan jiwa kita kepada Allah untuk menghilangkan kesulitan itu.
Inilah yang ditekankan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam dalam sabdanya :
“ Maukah aku beritahukan kepadmu satu senjata yang dapat melindungimu dari kejahatan musuh dan agar rejekimu bertambah?”
mereka berkata:” Tentu saja wahai Rasulullah.” Beliau bersabda:” Serulah Tuhanmu siang dan malam,
karena berdo’a merupakan senjata bagi orang yang beriman.
Dia Maha Mengetahui perkataan apa saja yang kita ucapkan, apa saja yang kita pikirkan, dan peristiwa yang kita alami.
Bahkan ketika kita tertidur, Allah mengetahui apa yang ada dalam alam mimpinya. Allah adalah Yang menciptakan segala sesuatu.
Oleh karena itu, kapan saja kita berdoa kepada Allah,
kita harus menyadari bahwa Allah akan menerima do’anya pada saat yang paling tepat dan akan memberikan apa yang terbaik baginya..
Setiap orang yang menghadapkan hati kepada Allah dan berdo’a kepadaNya,
haruslah menyakini bahwa Allah berkuasa melakukan apa saja dan menyakini bahwa mudah saja baginya untuk memenuhi setiap keinginan hambanya,
jika didalamnya memang terdapat kebaikan untuk diri dan agamanya.
Allah adalah Dzat Yang berhak menjadi tempat mengadu bagi orang-orang yang dilanda kegelisahan, kesempitan, kesulitan dan kesedihan.
Dialah tempat memohon pertolongan. Dia pula Yang layak menjadi tempat bergantung, memohon dan meminta bagi semua makhluk.
Manusia wajib berdo’a dan meminta kepadaNya dalam keadaan lapang maupun sempit dan dalam keadaan mudah maupun susah.
Kita harus menumpahkan semua permasalahan ke hadapanNya dan kita juga tetap harus bertawassul kepadaNya.
Kita harus duduk bersimpuh di depan pintu gerbangNya sambil memohon, menangis, merendahkan diri, dan meminta ampunanNya.
Lalu, tunggulah! Karena pada saatnya nanti akan datang pertolongan, ma’unah, bantuan, dan kemudahan yang bersumber dariNya…
Selasa, 21 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar