Jumat, 31 Juli 2009

teknik penulisan

Dari Kegigihan Menuju Kesuksesan.

Apakah engkau ingin sukses? Tentu setiap orang ingin sukses. Tetapi sukses itu memerlukan kegigihan, ketekunan, kesabaran, kerja keras dan cerdas, dan sejenisnya..

Banyak temen dan orang yang mengatakan :”Saya ingin menjadi penulis” Namun ditengah jalan banyak yang gagal dan mneyerah, karena menganggap kerja menulis sangat melelahkan dan sulit. Pada awalnya mereka tampak begitu bersemangat, tetapi ditengah jalan mereka pun menyerah dan putus asa. Hal itu dikarenakan memang mereka tidak bersungguh-sungguh, kurang niat, mudah menyerah, tidak gigih atau mungkin mempunyai oreintasi yang berbeda.

T. Alfa Edison mengingatkan “Banyak kegagalan hidup terjadi tatkala orang tak menyadari betapa keberhasilan nyaris diraih saat dia putus asa. Kemudian Wenance pun membagi kegagalan menjadi dua sebab yaitu , pertama orang yang berpikir tapi tidak pernah bertindak dan kedua, orang yang bertindak tapi tidak pernah berpikir.

Bagaimanakah Konsep menulis? Berikut beberapa hal yang perlu kita ketahui dalam konsep menulis antara lain :

1. Kita harus menyadari betul niat dan tujuan kita menulis itu untuk apa? Misalnya, untuk belajar da menguji kemampuan kita menulis, untuk aktualisasi diri, untuk mencari uang, panggilan hidup sebagai penulis, untuk ibadah dan dakwah, dan sebagainya. Kalau kita sidah menemukan bagaimana tujuan menulis, maka mantabkanlah dalam hati, jaga komitmen, istiqomah dalam kerja. Jadi aktifitas menulis mempunyai motivasi dan tujuan yang beragam tergantug maing-masing orang.

2. Selalu belajar dari mana saja dan dari siapa saja. Setelah menemukan konsep penulisan baru menuju ke masalah teknis penulisan. Yakni, bagaimana menulis yang baik sebagai aturan yang lazim Maka aktivitas membaca dan aktivitas menulis menjadi du ahal yang tak terpisahkan. Sebelum menulis hendaknya kita banyak membaca atau belajar teori menulis dari mana saja (majalah, Koran, buku, tabloid, dsb.) dan dari siapa saja (guru, penulis professional, redaktur, teman, dsb). Dengan selalu banyak membaca akan tambah wawasan dan pengetahuan tentang bagaimana menulis yang baik itu. Dengan demikian, ia akan membantu kita dalam menuangkan gagasan kita dalam tulisan yang baik pula.


3. Jangan mudah menyerah dan tetap istiqomah (tekun dan rajin) perlu diketahui juga bahwa kebanyakan mereka yang tulisannya di muat di media massa, mereka adalah orang-orang yang gigih dan mampu mengatasi kegagalan menjadi energi menuju kesuksesan. Kebanyakan mereka yang sukses sebagai penulis di awal proses penulisan juga mengalami kedala, gagal, putus asa, miskin, frustasi,, tetapi mereka berusaha bangkit, terus belajar dan menulis dengan baik, dan ternyata akhirnya mereka berhasil dan menuai hasilnya. Ibarat seorang petani , mereka telha menanam berkali kali dan akhirnya bisa memanen apa yang mereka tanam. Untuk menembus media massa lokal baik majalah atau Koran, apalagi media massa nasional yang cukup bergengsi, mereka harus mengirim berkali-kali, bisa lima, sepuluh, dua puluh, bahkan hingga seratus lebih tulisan agar bisa menembus media tersebut. Sebuah perjuangan yang tak ringan memang. Untuk menghasilkan karya yang baik dibutuhkan usaha yang keras, pengorbanan apapun dan kesungguhan. Mereka tak menyerah, tetap istiqomah, rajin dan terus menerus berkarya sampai berhasil.

4. Qona’ah, menerima apa adanya dan membuat lebih baik. Bagaimana jika tulisan kita ditolak? Terima saja dengan lapang dada dan coba perbaiki lagi. kEmudian kirim lagi ke media lain. Barang kali ditolaknya tulisan bukan karena kualitasnya, tetapi mungkin tidak sesuai misi dan visi redaksi, positif thinking aja Perbaiki dan kirim ke media yang sesuai mutu karyamu.

5. Dengan kegigihan, tak mudah menyerah, istiqomah, sabar berproses, maka seseorang akan berhasil mewujudkan apa yang menjadi impian dan cita-citanya. Dalam banyak bidang tak bisa melepaskan prinsip-pinsip tersebut, termasuk dunia tulis menulis.


Bagaimana Menjadi Penulis Profesional

Setiap profesi membutuhkan keahlian. Yakni keahlian di bidangnya masing-masing. Penulis sebagai profesi sama dengan profesi lain seperti dokter, pengacara, akuntan, guru, dosen, dan lainnya. Apa yang dimaksug professional? Yakni seseorang yang mampu bekerja dengan menguasai keilmuan di bidangnya. Maka dari itu penulis professional hendaknya mempunyai karakter sebagai berikut :

1) Mempunyai tujuan yang jelas. Artinya seorang penulis yang membuat suatu karya harus punya tujuan yang jelas bukan sekedar main-main. Misalnya bertujuan untuk membuat sesuatu yang bermakna atau bermanfaat bagi orang lain. Atau untuk mendapatkan uang untuk tujuan yang baik, dsb.

2) Disiplin kerja. Artinya memiliki keteraturan dan jadwal untuk menulis secara kontinyu. Dalam bekerja, tak menunda-nunda pekerjaan atau sekedar menunggu inspirasi, tapi ciptakan suasana agar tetap bekerja sesuai jadwal dan disiplin waktu. Kalau memang suatu tulisan harus selesai dalam waktu tertentu, selesaikan secara tepat waktu (on time)

3) Bekerja secara efektif dan efisien. Artinya bekerja secara cekatan dan tangkas tidak berlama-lama. Suatu pekerjaan bisa diselesaikan dengan tenaga atau modal sedikit mungkin dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya ( atau tidak menunda-nunda) dengan hasil yang maksimal, inilah yang disebut efektif dan efisien.

4) Mempunyai target yang jelas. Artinya, penulis professional mampu mengerjakan pekerjaan sesuai target yang ditentukan. Misalnya sebuah artikel atau esai, cerita atau puisi harus selesai dalam waktu tertentu seperti tiga jam, atau sehari, dua hari, atau seminggu. Setelah sampai pada waktu yang ditentukan ia harus selesai. Atau kalau menulis buku harus selesai dalam jangkau waktu tertentu satu bulan, dua bulan, atau setengah tahun atau satu tahun, dan sejenisnya. Target tulisan harus selesai ada waktunya.

5) Mempunyai Keilmuan dan kompentensi. Artinya penulis professional harus menguasai keilmuan dan kompetensi sesuai bidang tulisannya. Misalnya, bidang sastra, hokum, ekonomi, pendidikan, dan sejenisnya. Dalam menulis, dia tidak asal menulis, asal bisa. Secara tehnis kepenulisan dan teori atau isi tulisan, dia betul-betul menguasai. Mungkin saja, seseorang menulis sembarang tulisan dan hasilnya bagus, tetapi dia tidak bisa disebut ahli atau professional karena secara otoritas keilmuan bukan di bidangnya. Bisa disebut professional jika seorang menulis sesuai bidag keilmuannya, misalnya seorang dokter menulis bidang kesehatan, pengacara menulis bidang hukum, dosen (guru) menulis bidang pendidikan, atau seorang peneliti atau praktisi menulis masalah di bidangnya masing-masing.

6) Mendapat penghasilan. Artinya bisa disebut professional jika dia juga mendapatkan penghasilan dari apa yang mereka kerjakan. Seorang peneliti menulis hasil penelitiannya, seorang sastrawan menulis karya-karya sastranya, dan sejenisnya. Jadi apa yang ditulis bisa menghasilkan imbalan (honorarium) sebagai penghargaan atas apa yang dikerjakan. Seorang penulis bisa memperoleh penghasilan secara ajek untuk mencukup kebutuhan diri dan keluarganya.

7) Selalu belajar dan berinovasi. Artinya seorang penulis yang baik selalu belajar yang baik agar ketinggalan informasi sekaligus melakukan inovasi agar tulisan selalu actual dan diminati pembaca. Tanpa belajar dan inovasi, karya si penulis menjadi tidak menarik dan ditinggalkan pembacanya. Tulisannya dianggap basi dan ketinggalan zaman, teori sudah usang, tak dipakai lagi. Nah, sebagai penulis professional tentu harus selalu belajar dan berinovais dalam karyanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar