Kamis, 06 Agustus 2009

Cinta dan Benci karena Allah….

Syaikh Bin Baz mengatakan :
“Termasuk beriman kepada Allah adalah cinta dan benci karena Allah..

Penjelasan :
Ini merupakan Dasar Aqidah Ahlussunnah wal jamaah rahimahullah. Mereka memandang, bahwa seorang mu’min wajib mencintai orang-orang mukmin yang shalih dan membenci orang-orang kafir, munafik dan orang-orang fasik.

Ini merupakan satu cabang-cabang keimanan kepada Allah SWT. Orang yang beriman mencintai orang yang dicintai Allah dan membenci orang yang dibenci Allah. Orang mu’min tidak mengikuti hawa nafsunya dan tidak menjadikan cinta dan bencinya dibangun di atas hawa nafsu, bahkan cinta dan kebenciannya mengikuti kecintaan dan kebencian Allah SWT.

Begitu banyak hadits-hadits yang menunjukkan, bahwa cinta dan benci karena Allah merupakan bagian dari keimanan, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Sabda Rasulullah saw : ”Ada tiga perkara yang mana jika terdapat pada seseorang, maka ia telah mendapatkan kelezatan iman. Tiga perkara itu adalah Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya; seseorang yang mencintai orang lain karena Allah; dan seorang yang benci kembali kepada kekufuran, sebagaimana ia benci jika dicampakkan ke dalam api neraka.” (HR. Al Bukhari)

2. Sabda Rasulullah saw : “ Barangsiapa yang cinta karena Allah, benci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka ia telah menyempurnakan imannya.” (HR. Al Bukhari)

Semua orang yang mempersembahkan kecintaannya dan kebenciannya bukan karena Allah, sungguh imannya berkurang, karena kecintaan dan kebenciannya tidak didasarkan pada keimanan kepada Allah dan bukan mencari keridhaan-Nya, bahkan didorong oleh hawa nafsu. Haruslah kita mencintai orang-orang yang shalih dan membenci orang-orang fasik dan orang-orang kafir.

Imam ath Thahawi rahimahullah berkata sebagaimana yang ia nukil dari Abu Hanifah dan kedua shahabatnya,” Kami mencintai orang-orang yang adil dan pemegang amanah; dan kami membenci orang-orang yang zhalim dan tukang khianat.”

Peringatan penting :
Terkadang pada diri seseorang berkumpul antara keimanan dan kefasikan; ketaatan dan kemasiatan; dan sunnah dan bid’ah. Kaidah Ahlussunnah wal jama’ah adalah bahwa kita mencintai orang itu sebatas kebaikan dan ketaatn yang ada pada dirinya, kitapun membencinya sebatas keburukan, kefasikan dan kemaksiatan yang ada pada dirinya, kitapun membenci seperti itu. Kapan saja salah satu dari dua perkara, baik itu kebaikan atau keburukan yang lebih condong dari yang lainnya, maka sebegitu pula kecintaan dan kebencian kita terhadapnya. Ini masalah yang penting, hendaknya diperhatikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar