Keinginan, kerja keras dan cerdas
Dunia menulis tetap menjadi dunia yang menarik. Karena disamping menawarkan berbagai peluang. Maka tak heran kalau dalam kursus penulisan, kursus jurnalistik atau kuliah menulis, banyak orang yang ingin menulis atau menjadi penulis. Rata-rata mereka mempunyai keinginan dan cira-cita yang menggebu. Namun, sayangnya ditengah jalan kebanyakan mereka pun menyerah karena tulisannya tidak mampu menembus media massa atau perusahaan penerbit buku. Ketika banyak rintangan mereka tak sabar berproses menuju kesuksesan. Lagi-lagi mereka merasa gagal dan putus asa. Mereka tidak punya konsep bahwa kegagalan adalahh kesuksesan yang tertunda.
Untuk menuju sukses tergantung diri kita sendiri bagaimana memulai dan menjalaninya. Kesuksesan tak bs diwakilkan pada orang lain, tapi harus diraih sendiri. Ingat pepatah, kalau ada kemauan, pasti ada jalan. Pepatah, berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Man jada wa ja da (Barangsiapa yang bersungguh-sungguh akan mendapatkannya. Dibalik kesulitan, ada kemudahan (Al Qur’an). Bagi seorang penulis atau calon penulis pepatah ini patut dipegang teguh agar seseorang percaya diri terhadap apa yang dilakukannya. Artinya, proses perjuangan dan kegigihan untuk menjadi penulis perlu dilakukan sebelum ia mendapatkan kesuksesan. Kerja keras artinya bekerja dengan ilmu, bekerjalah dengan berpikir cerdas. Sukses bukan sekedar nasib atau kebetulan, tetapi ia bentuk dari ganjaran dan keberhasilan bagi orang-orang yang mau berusaha dengan gigih.
Rabu, 12 Agustus 2009
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar