Jumat, 21 Agustus 2009

Manfaatkan Kesempatan..

Bagaimana Memanfaatkan Kesempatan Agar Hidup Sukses dan penuh Arti ?

Agar usia bermanfaat, pergunakanlah setiap kesempatan yang ada. Inilah Kaidah terbaik yang mampu mengantarkan seseorang pada gerbang kesuksesan dalam hidupnya. Namun kesempatan-kesempatan apakah yang mesti kita perhatikan dan manfaatkan?

Sebenarnya, kesempatan-kesempatan seseorang dalam kehidupan berasal dari usianya. Orang yang menyadari pentingnya kesempatan berharga itu, akan dapat memanfaatkannya. Sementara orang yang tak memahami urgensinya sesuatu yang takkan memberikan perhatian terhadapnya. Dan, oaring yang tak menaruh perhatian akan sesuatu takkan memanfaatkannya.

Seorang penyair berkata,” Nafas usiamu adalah syurga, maka janganlah engkau jual nafasmu dengan api yang menyala-nyala di hari kiamat nanti.”

Kita semestinya memanfaatkan seluruh kekuatan yang kita miliki dalam kehidupan ini untuk memanfaatkan setia detik dari usia kita, agar kita dapat meraih capaian dari segala sesuatu yang ada dalam kehidupan ini.

Imam Ali bi Abi Thalib berkata:” Hari ini adalah (hari untuk) beramal dan tidak ada perhitungan; sedang hari esok (akherat) hanya ada perhitungan dan tak ada amal.

Semestinya kita memahami dua hal ini :
1. Dunia merupakan sarana untuk bercocok tanam yang akan dituai pada hari kiamat kelak. Seluruh sarana dan prasarana yang diperuntukkan bagi umat manusia mestinya digunakan untuk meraih kesempatan di dunia dan akherat.
2. Dunia tidaklah kekal. Karena itu, manusia mesti benar-benar memanfaatkan setiap detik usianya dan tak melakukan sesuatu perbuatan pun yang tidak bermanfaat.

Imam Ali Bin Abi Thalib berkata,” Kesempatan itu berlalu sebagaimana berlalunya awan, maka manfaatkanlah kesempatan-kesempatan yang baik.” Dalam riwayat lain Imam Ali Bin Abi Thalib berkata,”Kesempatan itu sangat cepat menghilang dan sangat lambat untuk kembali lagi.”

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassalam bersabda :” Siapapun yang dibukakan bagi dirinya pintu kebaikan, maka segeralah memanfaatkanya; karena ia tak tahu kapan pintu tersebut akan ditutup.

Kita mesti segera memanfaatkan kesempatan yang ada, lantaran sebagian kesempatan akan membawa pada kesuksesan bagi seseorang namun sangat cepat berlalunya.

Orang-orang yang menyia-nyiakan kesempatan, takkan memeperoleh apapun kecuali penyesalan. Menyia-nyiakan kesempatan adalah sebuah kesedihan.

Dalam kenikmatan masa muda, agar engkau dapat mengetahui nilai kenikmatan ini, perhatikanlah orang yang telah tua renta, yang senantiasa mengeluh lantaran fisiknya melemah dan kekuatannya memudar. Katakanlah dalam lubuk hatimu yang terdalam,”Alhamdulillah rabbil alamiin!

Semestinya orang yang menghargai masa muda memperhatikan kenyataan-kenyataan ini :
1. Masa muda merupakan tahapan usia seseorang yang sama dengan tahapan lainnya, yang cepat menghilang dan berlalu.
2. Masa muda adalah merupakan masa terbaik dalam kehidupan manusia. Masa kana-kanak dan masa remaja hanya merupakan pendahuluan menuju masa muda.


Agar engkau sukses dan hidup mu bahagia, engkau mesti bekerja dan berpikir untuk hari ini. Janganlah engkau merasa khawatir dengan hari yang akan datang dan jangan pula engkau bersedih atas hari yang engkau lewati.



Percaya diri merupakan kunci sukses dalam kehidupan ini. Orang yang percaya terhadap kemampuan dirinya akan mampu melakukan segala sesuatu dalam kehidupannya. Sebaliknya, orang yang tak percaya pada dirinya sendiri takkan mampu dan takkan mengkin melakukan sesuatu.

Bacalah sejarah orang-orang sukses dalam kehidupan mereka. Engkau akan mendapati mereka sangat dan selalu percaya diri. Ini berbanding terbalik dengan orang-orang yang mengalami kegagalan, tingkat pemikiran dan intelektual mereka tak mampu bergerak maju kea rah kepercayaan dan keyakinan terhadap diri mereka sendiri..

Orang-orang mukmi tak dapat dikalahkan oleh rasa putus asa. Apabila masalah dan krisi melanda- bagaimanapun berat dan sulitnya masalah tersebut_berupa tekanan maupun paksaan, mereka akan kebali sedia kala, tanpa sisa atau bekas dalam diri atau kehidupan mereka..

Orang-orang beriman kepada Allah mempunyai derajat-derajat tertentu dan orang-orang yang optimis akan kehidupan ini pun mempunyai derajat-derajat tertentu pula. Semakin besar keimanan seseorang terhadap Allah, maka optimisme yang ia punyai pun semakin besar.

Agar kita dapat memperoleh kepercayaan diri demi meraih kesuksesan, maka kita hrs memperkuat keimanan kita kepada Allah, meningkatkan kepercayaan kita akan rahmat Allah, dan mengangkat derajat harapan kita kepada Allah.

Sudah semestinya kita menjadi seorang mukmin, yang percaya kepada Allah, dan yakin terhadap kekuatan-Nya, serta menerina tanggung jawab yang dibebankan kepada kita dengan jiwa opimistis dan merengkuh kesuksean. Sebaliknya, dengan seluruh kelemahan yang ada pada diri kita, sebaiknya kita meminta pertolongan dengan kekuatan iman ita kepada Allah, keyakian kita tehadap –Nya dan tawakal kita kepada-Nya.

.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar