AMBIL TINDAKAN
Biarlah ide-idemu berkembang. Kau mempunyai ide-ide yang muncul setiap harinya. Kebanyakan dari kita hanya membiarkan ide berlalu tana menindaklanjutinya. Ambil idemu yang paling bagus dan mulailah mengambil langkah-langkah yang diperlukan secepatnya untuk mewujudkannya. Jangan biarkan ide-ide bagus mu menghilang tanpa ada tindak lanjut. Pergunakan momentum yang kau punya yaitu ketika kau sangat tertarik dengan ide tersebut, untuk mendorong mu segera mewujudkannya.
Kamu perlu segera mengambil tindakan ketika ide itu dating kepada mu. Saat itulah kamu mempunyai perasaan yang kuat untuk segera mewujudkannya dan hal ini akan mendorong dirimu untuk segera bertindak. Jika kamu hanya menunggu, kamu akan kehilanganmomentum dan ide bagus tersebut akan menghilang. Jadi segeralah bertindak saat ide bagus datang. Dan kau akan melihat diri mu menyelesaikan lebih banyak hal-hal yang berkualitas
Berusahalah untuk mendapatkan hasil yang terbaik daripada kesempurnaan. Jangan mengharapkan kesempurnaan, tapi kerjakan saja. Kita hanya akan membuang-buang waktu untuk membuat sesuatu menjadi sempurna yang akhirnya kita tidak mampu menyelesaikannya. Hasil yang baik lebih efisien daripada kesempurnaan. Menghabiskan waktu dan uang untuk membuat sesuatu menjadi sangat sempurna adalah sesuatu yang tidak bermanfaat. Adalah hal yang membuat kita menjadi sempurna, tetapi kita harus sadar bahwa anggaran waktu dan uang sudah habis. Kita dapat menggunakan waktu dan uang yang akan dihabiskan untuk menjadikankan sesuatu menjadi sempurna dengan mengerjakan hal-hal lain yang membuat kita lebih berkembang.
PERJUANGAN
Perjuangan dan kesulitan adalah kunci untuk Meraih apa yang kau inginkan? Permasalahan akan mengajarkan kepada dirimu untuk mengembangkan mental dan belajar tentang apa yang kau butuhkan agar bisa mengatasi kesulitan. Untuk sementara, kobarkan kemenangan anda demi perkembangan.
Kau butuh untuk selalu berkembang. Banyak diantara kita berhenti berkembang secara mental seiring pertumbuhan fisik. Kita berhenti mencari tantangan, berhenti mengambil resiko, berhenti mempelajari hal-hal baru. Jadi buatlah perubahan kecil untuk mewujudkan tujuan ku sekarang. Perubahan kecil akan membawa perubahan yang besar.
Adalah hal yang baik jika kau tidak mendapatkan hal yang kamu inginkan. Dalam dunia ini, segala hal yang terjadi memang untuk yang terbaik, dan apapun yang terjadi, walaupun tidak sesuai dengan apa yang kau inginkan, adalah hal yang terbaik untuk dirimu. Ketika satu pintu tertutup untuk mu. Pintu yang lainnya akan terbuka. Terserah pada mu untuk mencari pintu itu, bukalah, dan cari tahu mengapa hal yang terjadi adalah yang terbaik untuk dirimu. Berusahalah untuk mencari hal-hal yang baik diantara yang buruk, ambil kembali kepingan-kepingan hati mud an lanjutkanlah hidupmu, dengan memanfaatkan hambatanmu dan mengubahnya menjadi hal yang positif.
Jumat, 31 Juli 2009
Bersyukur dan Meminta Ampun
Ketika hamba mengetahui kebaikan yang ada pada dirinya berasal dari karunia Allah, niscaya ia bersyukur kepada-Nya sehingga Allah menambahkan karunia-Nya berupa amal shaleh dan berbagai nikmat yang dilimpahkan kepadanya. Dan ketika ia mengetahui bahwa keburukan semata-mata terwujud dari dirinya disebabkan oleh dosa-dosanya, niscaya ia akan meminta ampun dan bertobat, sehingga penyebab keburukan itu sirna. Dengan demikian, hamba senantiasa berada dalam kondisi bersyukur dan meminta ampun. Kebaikan akan terus mengalir kepadanya, sedangkan keburukan akan menjauh darinya.
Dalam setiap khutbahnya Nabi Saw. Bersabda,”Segala puji bagi Allah.” Beliau bersyukur kepada Allah dan melanjutkannya dengan,”Kita memohon pertolongan dan meminta ampun kepada-Nya.” Yakni, kita memohon pertolongan kepada Allah untuk bisa taat dan meminta ampunan dari maksiat. Lalu belia berkata,”Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan perbuatan kita.” Beliau berlindung kepada-Nya dari kejahatan yang ada dalam diri dan dari akibat buruk perbuatannya. Pasalnya, kejahatan hanya terwujud dalam diri manusia dan dari amalnya sendiri. Beliau berlindung kepada Allah dari kejahatan diri yang berbat kesalahan disebabkan keburukannya. Kemudian ketika beramal, beliau berlindung kepada Allah dari keburukan amal dan dari akibat amalnya. Jadi, beliau memohon pertolongan kepada Allah untuk bisa taat dan meraih sebab-sebabnya, serta berlindung kepada Allah dari maksiat dan hukumannya.
Hamba yang demikian akan mengetahui bahwa kebaikan yang ia dapatkan berasal dari Allah dan keburukan yang menimpanyabersumber dari dirinya sendiri. Disini, Allah membedakan antara keduanya dalam firmanNya,” Katakanlah,’Semuanya (kebaikan dan keburukan) berasal dari Allah .” (Q.S. An-Nisa :78) kemudian diayat selanjutnya Allah berfirman,”Apa saja nikmat (kebaikan) yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana (keburukan) yang menimpamu, Maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. dan cukuplah Allah menjadi saksi. (Q.S. An-Nisa :79)
Allah menerangkan bahwa kebaikan dan keburukan__yang diartikan nikmat dan musibah, juga ketaatan dan maksiat_sejalan dengan pendapat yang memasukkannya dalam ungkapan “ Semuanya berasal dari Allah.”
Kemudian Allah menerangkan perbedaan antara perbedaan yang bisa diambil mnfaat oleh hambanya, bahwa kebaikan merupakan bentuk karunia Allah. Karena itu, hendaknya kaliyan bersyukur, pasti Allah akan menambah. Sementara keburukan bersumber dari dosa kaliyan. Karena itu, hendaknya kaiyan meminta ampun, pasti Dia menjauhkannya.
Allah Subhanahu Wa Ta’aala berfirman :
“ Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun” (Q.S Al Anfaal :33)
Alif laam raa, (Inilah) suatu Kitab yang ayat-ayatNya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha tahu. Agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya Aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira kepadamu daripada-Nya. Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang Telah ditentukan dan dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. jika kamu berpaling, Maka Sesungguhnya Aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat. (Q.S. Huud :1-3)
Ketika hamba mengetahui kebaikan yang ada pada dirinya berasal dari karunia Allah, niscaya ia bersyukur kepada-Nya sehingga Allah menambahkan karunia-Nya berupa amal shaleh dan berbagai nikmat yang dilimpahkan kepadanya. Dan ketika ia mengetahui bahwa keburukan semata-mata terwujud dari dirinya disebabkan oleh dosa-dosanya, niscaya ia akan meminta ampun dan bertobat, sehingga penyebab keburukan itu sirna. Dengan demikian, hamba senantiasa berada dalam kondisi bersyukur dan meminta ampun. Kebaikan akan terus mengalir kepadanya, sedangkan keburukan akan menjauh darinya.
Dalam setiap khutbahnya Nabi Saw. Bersabda,”Segala puji bagi Allah.” Beliau bersyukur kepada Allah dan melanjutkannya dengan,”Kita memohon pertolongan dan meminta ampun kepada-Nya.” Yakni, kita memohon pertolongan kepada Allah untuk bisa taat dan meminta ampunan dari maksiat. Lalu belia berkata,”Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan perbuatan kita.” Beliau berlindung kepada-Nya dari kejahatan yang ada dalam diri dan dari akibat buruk perbuatannya. Pasalnya, kejahatan hanya terwujud dalam diri manusia dan dari amalnya sendiri. Beliau berlindung kepada Allah dari kejahatan diri yang berbat kesalahan disebabkan keburukannya. Kemudian ketika beramal, beliau berlindung kepada Allah dari keburukan amal dan dari akibat amalnya. Jadi, beliau memohon pertolongan kepada Allah untuk bisa taat dan meraih sebab-sebabnya, serta berlindung kepada Allah dari maksiat dan hukumannya.
Hamba yang demikian akan mengetahui bahwa kebaikan yang ia dapatkan berasal dari Allah dan keburukan yang menimpanyabersumber dari dirinya sendiri. Disini, Allah membedakan antara keduanya dalam firmanNya,” Katakanlah,’Semuanya (kebaikan dan keburukan) berasal dari Allah .” (Q.S. An-Nisa :78) kemudian diayat selanjutnya Allah berfirman,”Apa saja nikmat (kebaikan) yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana (keburukan) yang menimpamu, Maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. dan cukuplah Allah menjadi saksi. (Q.S. An-Nisa :79)
Allah menerangkan bahwa kebaikan dan keburukan__yang diartikan nikmat dan musibah, juga ketaatan dan maksiat_sejalan dengan pendapat yang memasukkannya dalam ungkapan “ Semuanya berasal dari Allah.”
Kemudian Allah menerangkan perbedaan antara perbedaan yang bisa diambil mnfaat oleh hambanya, bahwa kebaikan merupakan bentuk karunia Allah. Karena itu, hendaknya kaliyan bersyukur, pasti Allah akan menambah. Sementara keburukan bersumber dari dosa kaliyan. Karena itu, hendaknya kaiyan meminta ampun, pasti Dia menjauhkannya.
Allah Subhanahu Wa Ta’aala berfirman :
“ Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun” (Q.S Al Anfaal :33)
Alif laam raa, (Inilah) suatu Kitab yang ayat-ayatNya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha tahu. Agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya Aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira kepadamu daripada-Nya. Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang Telah ditentukan dan dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. jika kamu berpaling, Maka Sesungguhnya Aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat. (Q.S. Huud :1-3)
PENANTIAN
Aku tak tahu…
Semua begitu cepat
Tak terasa menghantam relung jiwa
Saat kesedihan melanda
Kerinduan yang mendalam
Tak membuahkan kasih sayang
Aku tak tahu…
Penantian panjang yang selama ini ada
Tak lagi memberikan harapan
Tersapu oleh waktu yang terus berlalu
Aku tak tahu…
Sekitarku mulai terasa begitu jauh
Dan yang jauh terasa begitu dekat sepertinya
Aku tak tahu
Harus memulai darimana
Untuk meraih yang seharusnya
Untuk menggapai impian dan cita-cita..
Aku tak tahu
Apa yang dirasakan nya
Walau begitu ku yakin dia kan mengerti
Dan apabila waktunya tiba
Pasti akan tahu semua itu
Betapa bahagia nya diriku
Sabarlah dalam menempuh perjalanan ini..
Tetap teguh hati walau cobaan silih berganti
Kuatkan keimanan dan tabahkanlah diri..
Semoga kan indah pada akhirnya nanti..
Penantian yang panjang tak jadi persoalan
Sudah ada niat dan kesungguhan dari permulaan
Tak kan berubah walau rintangan menghadang
Ku coba untuk tetap bertahan dan terus berjuang
Semoga harapan dan impian kan jadi kenyataan..
Klaten 31 Juli 2009, pukul 00.03 WIB
Aku tak tahu…
Semua begitu cepat
Tak terasa menghantam relung jiwa
Saat kesedihan melanda
Kerinduan yang mendalam
Tak membuahkan kasih sayang
Aku tak tahu…
Penantian panjang yang selama ini ada
Tak lagi memberikan harapan
Tersapu oleh waktu yang terus berlalu
Aku tak tahu…
Sekitarku mulai terasa begitu jauh
Dan yang jauh terasa begitu dekat sepertinya
Aku tak tahu
Harus memulai darimana
Untuk meraih yang seharusnya
Untuk menggapai impian dan cita-cita..
Aku tak tahu
Apa yang dirasakan nya
Walau begitu ku yakin dia kan mengerti
Dan apabila waktunya tiba
Pasti akan tahu semua itu
Betapa bahagia nya diriku
Sabarlah dalam menempuh perjalanan ini..
Tetap teguh hati walau cobaan silih berganti
Kuatkan keimanan dan tabahkanlah diri..
Semoga kan indah pada akhirnya nanti..
Penantian yang panjang tak jadi persoalan
Sudah ada niat dan kesungguhan dari permulaan
Tak kan berubah walau rintangan menghadang
Ku coba untuk tetap bertahan dan terus berjuang
Semoga harapan dan impian kan jadi kenyataan..
Klaten 31 Juli 2009, pukul 00.03 WIB
Kata –kata Mutiara Penggugah Semangat untuk Hidup Positif
Aku telah mempelajari ini, setidaknya melalui eksperimen : Bahwa jika seseorang terus maju kea rah impian-impiannya, da berupaya menjalani kehidupan seperti yang diimpikan, maka ia akan bertemu dengan keberhasilan pada saatnya. (Henry David Thoreu)
Orang yang melakukan sesuatu dengan setengah hatinya hanya mondar-mandir, tidak bisa maju meskipun di atas jalanan yang paling mulus. Orang yang melakukannya dengan sepenuh hati, maju terus walauupun diatas jalan yang paling buruk dan akan mencapai tujuan walaupun pengetahuan tentang pekerjaannya tidak banyak. (Thomas Carlyle)
Kehidupan tidak mengajari saya untuk mengharapkan kegagalan, tetapi mengajari supaya bahwa usaha mencari dukungan dari upaya tersebut. Berhasil tidaknya terserah Tuhan.
(Aalon Paton)
Memang berat menerima kegagalan, tetapi lebih buruk dari itu jika tidak berupaya untuk mencapai sukses. Dalam kehidupan ini kita tidak akan mendapatkan apapun kecuali mau berusaha. (Theodore Roosevelt)
Bersyukurlah kepada Tuhan, ketika terbangun, kau memiliki sesuatu untuk dikerjakan pada hari itu dan harus diselesaikan, kau menyukainya ataupun tidak. Dipaksa bekerja dan wajib melakukannya dengan sebaik-baiknya, akan menanamkan dalam dirimu sikap sederhana dan pengendalian diri, ketekunan, dan kemauan keras, kegembiraan serta ratusan kebaikan yang tidak pernah diketahui oleh si pemalas. (Charles Kingsley)
Adalah energi, yang unsur pentingnya kemauan, yang membuat keajaiban semangat sepanjang zaman. Dimanapun, ia adalah sumber dari apa yag disebut kekuatan karakter, yang juga merupakan kekuatan peraih sukses dari tindakan besar. (Samuel Smiles)
Aku telah mempelajari ini, setidaknya melalui eksperimen : Bahwa jika seseorang terus maju kea rah impian-impiannya, da berupaya menjalani kehidupan seperti yang diimpikan, maka ia akan bertemu dengan keberhasilan pada saatnya. (Henry David Thoreu)
Orang yang melakukan sesuatu dengan setengah hatinya hanya mondar-mandir, tidak bisa maju meskipun di atas jalanan yang paling mulus. Orang yang melakukannya dengan sepenuh hati, maju terus walauupun diatas jalan yang paling buruk dan akan mencapai tujuan walaupun pengetahuan tentang pekerjaannya tidak banyak. (Thomas Carlyle)
Kehidupan tidak mengajari saya untuk mengharapkan kegagalan, tetapi mengajari supaya bahwa usaha mencari dukungan dari upaya tersebut. Berhasil tidaknya terserah Tuhan.
(Aalon Paton)
Memang berat menerima kegagalan, tetapi lebih buruk dari itu jika tidak berupaya untuk mencapai sukses. Dalam kehidupan ini kita tidak akan mendapatkan apapun kecuali mau berusaha. (Theodore Roosevelt)
Bersyukurlah kepada Tuhan, ketika terbangun, kau memiliki sesuatu untuk dikerjakan pada hari itu dan harus diselesaikan, kau menyukainya ataupun tidak. Dipaksa bekerja dan wajib melakukannya dengan sebaik-baiknya, akan menanamkan dalam dirimu sikap sederhana dan pengendalian diri, ketekunan, dan kemauan keras, kegembiraan serta ratusan kebaikan yang tidak pernah diketahui oleh si pemalas. (Charles Kingsley)
Adalah energi, yang unsur pentingnya kemauan, yang membuat keajaiban semangat sepanjang zaman. Dimanapun, ia adalah sumber dari apa yag disebut kekuatan karakter, yang juga merupakan kekuatan peraih sukses dari tindakan besar. (Samuel Smiles)
Jalani Kehendak
Apabila hari-hari terasa berat untuk dilalui
Kegelisahan dan kesedihan mulai menyayat hati
Tiada berlaku hanyalah do’a
Tertuang harapan dan keinginan
Namun kenyataan berlaku lain..
Tak ada gunanya tangisan terpecah
Kuatkan iman kepadaNya saja
Tiada kesedihan yang abadi
Didunia ini hanya sementara
Biarlah Allah jua yang menentukan
Jalani dengan penuh keikhlasan
Ikhtiar tiada pernah berhenti
Allah jua lah yang berkehendak
Lalui hari dengan meniti ilmu
Tak usah kecewa harap tak hadir
Sungguh Allah Yang Maha Tahu
Yang terbaik bagi dirimu..
Percayalah Hari Esok Akan Lebih Baik
Hidup manusia tidak akan berhenti ketika manusia berkata pasrah. Akal yang diberikan Sang Pencipta dengan segala macam kelebihannya, dapat digunakan secara maksimal untuk meniadakan kata pasrah itu sendiri. Pasrah terucap sering kali membuat seseorang berhenti untuk melanjutkan sesuatu. Padahal makna yang terkandung tidaknlah sesederhan itu. Ungkapan pasrah tidak untuk diucapkan, melainkan penyerahan kemampua diri secara total kepada Allah setelah berusaha secara maksimal.
Melakukan atau mengerjakan sesuatu untuk mendapatkan hasil yang maksimal seperti yang diharapkan, tidaklah semudah membalikkan tangan, dan kemudian berkata pasrah. Perlu pemikiran, rencana, kiat, dan usaha yang maksimal. Modal dan kemampuan secara material sangat menentukan, disamping ridha dari Sang Khalik sebagai penentu.
Manusia tidak cukup hanya berusaha dan berikhtiar secara maksimal untuk menikmati hasil, tanpa ridha-Nya. Mendekatkan diri kepada Sang Khalik sangatlah penting, sebagai bekal diri bila terjadi sesuatu diluar kemampuannya. Dengan mendekatkan diri kepada-Nya, manusia akan mengerti bagaimana mengendalikan diri ketika sebuah usaha membuahkan hasil atau gagal.
“Percaya hari esok akan lebih baik, berarti kita sudah yakin untuk tidak mengulangi kesalahan yang menyebabkan kegagalan di hari kemarin.”
Apabila hari-hari terasa berat untuk dilalui
Kegelisahan dan kesedihan mulai menyayat hati
Tiada berlaku hanyalah do’a
Tertuang harapan dan keinginan
Namun kenyataan berlaku lain..
Tak ada gunanya tangisan terpecah
Kuatkan iman kepadaNya saja
Tiada kesedihan yang abadi
Didunia ini hanya sementara
Biarlah Allah jua yang menentukan
Jalani dengan penuh keikhlasan
Ikhtiar tiada pernah berhenti
Allah jua lah yang berkehendak
Lalui hari dengan meniti ilmu
Tak usah kecewa harap tak hadir
Sungguh Allah Yang Maha Tahu
Yang terbaik bagi dirimu..
Percayalah Hari Esok Akan Lebih Baik
Hidup manusia tidak akan berhenti ketika manusia berkata pasrah. Akal yang diberikan Sang Pencipta dengan segala macam kelebihannya, dapat digunakan secara maksimal untuk meniadakan kata pasrah itu sendiri. Pasrah terucap sering kali membuat seseorang berhenti untuk melanjutkan sesuatu. Padahal makna yang terkandung tidaknlah sesederhan itu. Ungkapan pasrah tidak untuk diucapkan, melainkan penyerahan kemampua diri secara total kepada Allah setelah berusaha secara maksimal.
Melakukan atau mengerjakan sesuatu untuk mendapatkan hasil yang maksimal seperti yang diharapkan, tidaklah semudah membalikkan tangan, dan kemudian berkata pasrah. Perlu pemikiran, rencana, kiat, dan usaha yang maksimal. Modal dan kemampuan secara material sangat menentukan, disamping ridha dari Sang Khalik sebagai penentu.
Manusia tidak cukup hanya berusaha dan berikhtiar secara maksimal untuk menikmati hasil, tanpa ridha-Nya. Mendekatkan diri kepada Sang Khalik sangatlah penting, sebagai bekal diri bila terjadi sesuatu diluar kemampuannya. Dengan mendekatkan diri kepada-Nya, manusia akan mengerti bagaimana mengendalikan diri ketika sebuah usaha membuahkan hasil atau gagal.
“Percaya hari esok akan lebih baik, berarti kita sudah yakin untuk tidak mengulangi kesalahan yang menyebabkan kegagalan di hari kemarin.”
Perjuangan Tanpa Henti…
Mumpung kita masih hidup, berjuanglah dengan kesungguhan! Mau sedihnya kaya apa, yang penting berjuanglah.. masih ada kesempatan untuk bangkit menggapai harapan dan impian yang kita cita-citakan.. Mau dinginnya malam pun kaya apa tidak ada alasan bagimu untuk tidak berjuang…. sekali lagi …..berjuanglah untuk meraih kebahagiaan dan keselamatan hidup kalau bukan dirimu siapa lagi.. orang lain tentu hanya akan berjuang untuk dirinya masing-masing.. orang-orang terdekat mu menginginkan engkau berjuang sesuai dengan kodrat dan kemampuan andaikata engkau malas bagaimana kah engkau akan mengatakan kepada orang lain bahwa engkau sudah berjuang.. Apalagi mau siang nya sepanas apapun tetap kau harus berjuang… pokok nya berjuang… titik.. coba engkau pahami puisi berikut :
Hidup Sepenuh Hati
Sadarilah hidup
Penuh perjuangan keras
Penuh persaingan sengit
Di setiap perjuangan
Tiada bersantai ataupun malas
Berjuang tidaklah mudah
Tidak cukup hanyalah pasrah
Jalani sepenuh hati
Mohonkan keteguhan hati
Siapa pemilik hati
Allah jua lah yang menguasai
Apabila ragu melanda hati
Kembalilah pada pemilik hati
Sebelum ragu menghilang
Janganlah melangkah dulu
Hiduplah sepenuh hati
Ridha Allah kan menyertai.
Mumpung kita masih hidup, berjuanglah dengan kesungguhan! Mau sedihnya kaya apa, yang penting berjuanglah.. masih ada kesempatan untuk bangkit menggapai harapan dan impian yang kita cita-citakan.. Mau dinginnya malam pun kaya apa tidak ada alasan bagimu untuk tidak berjuang…. sekali lagi …..berjuanglah untuk meraih kebahagiaan dan keselamatan hidup kalau bukan dirimu siapa lagi.. orang lain tentu hanya akan berjuang untuk dirinya masing-masing.. orang-orang terdekat mu menginginkan engkau berjuang sesuai dengan kodrat dan kemampuan andaikata engkau malas bagaimana kah engkau akan mengatakan kepada orang lain bahwa engkau sudah berjuang.. Apalagi mau siang nya sepanas apapun tetap kau harus berjuang… pokok nya berjuang… titik.. coba engkau pahami puisi berikut :
Hidup Sepenuh Hati
Sadarilah hidup
Penuh perjuangan keras
Penuh persaingan sengit
Di setiap perjuangan
Tiada bersantai ataupun malas
Berjuang tidaklah mudah
Tidak cukup hanyalah pasrah
Jalani sepenuh hati
Mohonkan keteguhan hati
Siapa pemilik hati
Allah jua lah yang menguasai
Apabila ragu melanda hati
Kembalilah pada pemilik hati
Sebelum ragu menghilang
Janganlah melangkah dulu
Hiduplah sepenuh hati
Ridha Allah kan menyertai.
Ilmu tanpa amal ibarat pohon tak berbuah..
Artinya setinggi apapun ilmu seseorang kalau tidak diamalkan tak akan membuahkan hasil atau manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Ibarat pohon tanpa buah. Seperti kegagalan orang yang berilmu (berpikir) tapi tidak bertindak (bekerja). Kalau ilmu diamalkan dengan cara ilmu itu diajarkan kepada orang lain atau digunakan untuk menolong oang lain tentu akan menghasilkan manfaat (buah) kepada orang banyak. Jika manfaat nya banyak ibarat buah ia terasa lezat bukan? Sementara kalau ilmu tak diamalkan bisa-bisa ilmu hilang dengan sendirinya, karena si empunya ilmu mungkin bisa lupa atau mati sebelum diwariskan kepada seseorang.
Bagi seorang penulis baik pemula maupun professional konsep terus belajar dan berkarya sangat penting sebagai upaya untuk survive (bertahan ) hidup baik untuk menghidup diri sendiri maupun orang lain atau untuk mengabdi kepada masyarakatnya. Kemampuan menulis akan muncul dan selalu ada kalau seseorang mau belajar secara terus menerus dan berkarya. Karena karya yang berkualitas tidak langsung jadi namun harus ada upaya yang tekun, gigih dan ulet. Dengan karya-karyanya, seorang penulis walau sudah meninggal dunia dia akan selalu dikenang dan harum namanya dan mendapatkan pahala tak terputus dari karyanya sebagai shodakoh jariyah dengan pahalanya yang mengalir terus.
Artinya setinggi apapun ilmu seseorang kalau tidak diamalkan tak akan membuahkan hasil atau manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Ibarat pohon tanpa buah. Seperti kegagalan orang yang berilmu (berpikir) tapi tidak bertindak (bekerja). Kalau ilmu diamalkan dengan cara ilmu itu diajarkan kepada orang lain atau digunakan untuk menolong oang lain tentu akan menghasilkan manfaat (buah) kepada orang banyak. Jika manfaat nya banyak ibarat buah ia terasa lezat bukan? Sementara kalau ilmu tak diamalkan bisa-bisa ilmu hilang dengan sendirinya, karena si empunya ilmu mungkin bisa lupa atau mati sebelum diwariskan kepada seseorang.
Bagi seorang penulis baik pemula maupun professional konsep terus belajar dan berkarya sangat penting sebagai upaya untuk survive (bertahan ) hidup baik untuk menghidup diri sendiri maupun orang lain atau untuk mengabdi kepada masyarakatnya. Kemampuan menulis akan muncul dan selalu ada kalau seseorang mau belajar secara terus menerus dan berkarya. Karena karya yang berkualitas tidak langsung jadi namun harus ada upaya yang tekun, gigih dan ulet. Dengan karya-karyanya, seorang penulis walau sudah meninggal dunia dia akan selalu dikenang dan harum namanya dan mendapatkan pahala tak terputus dari karyanya sebagai shodakoh jariyah dengan pahalanya yang mengalir terus.
Manfaat MENULIS
Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari aktifitas menulis diantaranya yaitu :
1. Kalau kita ingin menulis tentu akan menimbulkan rasa ingin tahu dan menimbulkan kepekaan dalam melihat realitas di sekitar Kepekaan dalam melihat suatu realitas lingkungan itulah yang kadang tidak dimiliki oleh irang yang bukan penulis.
2. Dengan kegiatan menulis mendorong kita untuk mencari referensi seperti buku, majalah, koran, jurnal dan sejenisnya. Dengan membaca referensi-refrensi tersebut tentu kita akan semakin bertambah wawasan dan pengetahuan tentang apa yang akan kita tulis.
3. Dengan aktifitas menulis, kita terlatih untuk menyusun pemikiran dan argument kita secara runtut, sistematis dan logis. Dengan keteraturan tersebut membantu kita dalam menyampaikan pendapat atau pemikiran kita kepada orang lain. Sehingga kita pun menjadi lebih cerdas
4. Dengan menulis secara psikologis akan mengurangi tingkat ketegangan dan stress kita. Segala rasa senang dan sedih bisa ditumpahkan lewat tulisan dimana dalam tulisan orang bisa bebas menulis tanpa diganggu atau diketahui orang lain.
5. Dengan menulis dimana hasil tulisan kita dimuat oleh media massa atau diterbitkan oleh suatu penerbit kita akan mendapatkan kepuasan batin karena tulisannya dianggap bermanfaat bagi orang lain, selain itu juga memperoleh imbalan yang membantu kita secara ekonomi.
Selain manfaat diatas, seorang ahli, Dr. Pennebaker seperti dikuip Hernowo (2003:54) menyebutkan beberapa manfaat aktifitas menulis kalau dilakukan seseorang antara lain:
1. Menulis menjernihkan pikiran. Dengan menulis seseorang dilatih untuk memeakan persoalan yang rumit, misalnya dengan memetakan atau menyederhanaka masalah yang rumit. Dengan menulis orang bisa menyelesaikan masalah dengan tenang dan jernih.
2. Menulis mengatasi trauma. Dengan menulis seseorang bisa mengurangi trauma masa lalu.Berusahalah melupakan dan menyederhanakan bahkan melihat dari sudut pandang kelucuannya. Sehingga bisa melihat hidup dengan lebih luas dan tidak picik.
3. Menulis membantu mendapatkan dan mengingat informasi baru. Dengan menulis seseorang terlatih untuk mengingat atau mengabadikan informasi atau pristiwa masa lalu yang telah terjadi. Bahan bisa diinformasikan kepada orang lain secara lebih luas.
4. Menulis membantu memecahkan masalah. Dengan menulis seseorang bisa melihat segala permasalahan dengan kepala dingin, pikiran tenang, dengan memetakan dan menyederhanakan masalah kemudian mencari solusinya.
5. Menulis bebas membantu kita ketika terpaksa harus menulis. Maksudnya, dengan menulis bebas yang biasa dilakukan, seseorang akan terlatih dalam kondisi apapun terutama saat terjepit. Dia akan terbiasa menuangkan gagasan dan pendapat sehingga dalam waktu mendesak ia mampu menulis dengan sistematis dan runtut.
Lebih lanjut Dr. Pennebaker berpendapat menulis tetntang pikiran dan perasaan terdalam tentang trauma yang mereka alami mengahsilkan suasana yang lebih baik, pandangan yang positif, dan kesehatan fisik yang lebih baik.
Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari aktifitas menulis diantaranya yaitu :
1. Kalau kita ingin menulis tentu akan menimbulkan rasa ingin tahu dan menimbulkan kepekaan dalam melihat realitas di sekitar Kepekaan dalam melihat suatu realitas lingkungan itulah yang kadang tidak dimiliki oleh irang yang bukan penulis.
2. Dengan kegiatan menulis mendorong kita untuk mencari referensi seperti buku, majalah, koran, jurnal dan sejenisnya. Dengan membaca referensi-refrensi tersebut tentu kita akan semakin bertambah wawasan dan pengetahuan tentang apa yang akan kita tulis.
3. Dengan aktifitas menulis, kita terlatih untuk menyusun pemikiran dan argument kita secara runtut, sistematis dan logis. Dengan keteraturan tersebut membantu kita dalam menyampaikan pendapat atau pemikiran kita kepada orang lain. Sehingga kita pun menjadi lebih cerdas
4. Dengan menulis secara psikologis akan mengurangi tingkat ketegangan dan stress kita. Segala rasa senang dan sedih bisa ditumpahkan lewat tulisan dimana dalam tulisan orang bisa bebas menulis tanpa diganggu atau diketahui orang lain.
5. Dengan menulis dimana hasil tulisan kita dimuat oleh media massa atau diterbitkan oleh suatu penerbit kita akan mendapatkan kepuasan batin karena tulisannya dianggap bermanfaat bagi orang lain, selain itu juga memperoleh imbalan yang membantu kita secara ekonomi.
Selain manfaat diatas, seorang ahli, Dr. Pennebaker seperti dikuip Hernowo (2003:54) menyebutkan beberapa manfaat aktifitas menulis kalau dilakukan seseorang antara lain:
1. Menulis menjernihkan pikiran. Dengan menulis seseorang dilatih untuk memeakan persoalan yang rumit, misalnya dengan memetakan atau menyederhanaka masalah yang rumit. Dengan menulis orang bisa menyelesaikan masalah dengan tenang dan jernih.
2. Menulis mengatasi trauma. Dengan menulis seseorang bisa mengurangi trauma masa lalu.Berusahalah melupakan dan menyederhanakan bahkan melihat dari sudut pandang kelucuannya. Sehingga bisa melihat hidup dengan lebih luas dan tidak picik.
3. Menulis membantu mendapatkan dan mengingat informasi baru. Dengan menulis seseorang terlatih untuk mengingat atau mengabadikan informasi atau pristiwa masa lalu yang telah terjadi. Bahan bisa diinformasikan kepada orang lain secara lebih luas.
4. Menulis membantu memecahkan masalah. Dengan menulis seseorang bisa melihat segala permasalahan dengan kepala dingin, pikiran tenang, dengan memetakan dan menyederhanakan masalah kemudian mencari solusinya.
5. Menulis bebas membantu kita ketika terpaksa harus menulis. Maksudnya, dengan menulis bebas yang biasa dilakukan, seseorang akan terlatih dalam kondisi apapun terutama saat terjepit. Dia akan terbiasa menuangkan gagasan dan pendapat sehingga dalam waktu mendesak ia mampu menulis dengan sistematis dan runtut.
Lebih lanjut Dr. Pennebaker berpendapat menulis tetntang pikiran dan perasaan terdalam tentang trauma yang mereka alami mengahsilkan suasana yang lebih baik, pandangan yang positif, dan kesehatan fisik yang lebih baik.
teknik penulisan
Dari Kegigihan Menuju Kesuksesan.
Apakah engkau ingin sukses? Tentu setiap orang ingin sukses. Tetapi sukses itu memerlukan kegigihan, ketekunan, kesabaran, kerja keras dan cerdas, dan sejenisnya..
Banyak temen dan orang yang mengatakan :”Saya ingin menjadi penulis” Namun ditengah jalan banyak yang gagal dan mneyerah, karena menganggap kerja menulis sangat melelahkan dan sulit. Pada awalnya mereka tampak begitu bersemangat, tetapi ditengah jalan mereka pun menyerah dan putus asa. Hal itu dikarenakan memang mereka tidak bersungguh-sungguh, kurang niat, mudah menyerah, tidak gigih atau mungkin mempunyai oreintasi yang berbeda.
T. Alfa Edison mengingatkan “Banyak kegagalan hidup terjadi tatkala orang tak menyadari betapa keberhasilan nyaris diraih saat dia putus asa. Kemudian Wenance pun membagi kegagalan menjadi dua sebab yaitu , pertama orang yang berpikir tapi tidak pernah bertindak dan kedua, orang yang bertindak tapi tidak pernah berpikir.
Bagaimanakah Konsep menulis? Berikut beberapa hal yang perlu kita ketahui dalam konsep menulis antara lain :
1. Kita harus menyadari betul niat dan tujuan kita menulis itu untuk apa? Misalnya, untuk belajar da menguji kemampuan kita menulis, untuk aktualisasi diri, untuk mencari uang, panggilan hidup sebagai penulis, untuk ibadah dan dakwah, dan sebagainya. Kalau kita sidah menemukan bagaimana tujuan menulis, maka mantabkanlah dalam hati, jaga komitmen, istiqomah dalam kerja. Jadi aktifitas menulis mempunyai motivasi dan tujuan yang beragam tergantug maing-masing orang.
2. Selalu belajar dari mana saja dan dari siapa saja. Setelah menemukan konsep penulisan baru menuju ke masalah teknis penulisan. Yakni, bagaimana menulis yang baik sebagai aturan yang lazim Maka aktivitas membaca dan aktivitas menulis menjadi du ahal yang tak terpisahkan. Sebelum menulis hendaknya kita banyak membaca atau belajar teori menulis dari mana saja (majalah, Koran, buku, tabloid, dsb.) dan dari siapa saja (guru, penulis professional, redaktur, teman, dsb). Dengan selalu banyak membaca akan tambah wawasan dan pengetahuan tentang bagaimana menulis yang baik itu. Dengan demikian, ia akan membantu kita dalam menuangkan gagasan kita dalam tulisan yang baik pula.
3. Jangan mudah menyerah dan tetap istiqomah (tekun dan rajin) perlu diketahui juga bahwa kebanyakan mereka yang tulisannya di muat di media massa, mereka adalah orang-orang yang gigih dan mampu mengatasi kegagalan menjadi energi menuju kesuksesan. Kebanyakan mereka yang sukses sebagai penulis di awal proses penulisan juga mengalami kedala, gagal, putus asa, miskin, frustasi,, tetapi mereka berusaha bangkit, terus belajar dan menulis dengan baik, dan ternyata akhirnya mereka berhasil dan menuai hasilnya. Ibarat seorang petani , mereka telha menanam berkali kali dan akhirnya bisa memanen apa yang mereka tanam. Untuk menembus media massa lokal baik majalah atau Koran, apalagi media massa nasional yang cukup bergengsi, mereka harus mengirim berkali-kali, bisa lima, sepuluh, dua puluh, bahkan hingga seratus lebih tulisan agar bisa menembus media tersebut. Sebuah perjuangan yang tak ringan memang. Untuk menghasilkan karya yang baik dibutuhkan usaha yang keras, pengorbanan apapun dan kesungguhan. Mereka tak menyerah, tetap istiqomah, rajin dan terus menerus berkarya sampai berhasil.
4. Qona’ah, menerima apa adanya dan membuat lebih baik. Bagaimana jika tulisan kita ditolak? Terima saja dengan lapang dada dan coba perbaiki lagi. kEmudian kirim lagi ke media lain. Barang kali ditolaknya tulisan bukan karena kualitasnya, tetapi mungkin tidak sesuai misi dan visi redaksi, positif thinking aja Perbaiki dan kirim ke media yang sesuai mutu karyamu.
5. Dengan kegigihan, tak mudah menyerah, istiqomah, sabar berproses, maka seseorang akan berhasil mewujudkan apa yang menjadi impian dan cita-citanya. Dalam banyak bidang tak bisa melepaskan prinsip-pinsip tersebut, termasuk dunia tulis menulis.
Bagaimana Menjadi Penulis Profesional
Setiap profesi membutuhkan keahlian. Yakni keahlian di bidangnya masing-masing. Penulis sebagai profesi sama dengan profesi lain seperti dokter, pengacara, akuntan, guru, dosen, dan lainnya. Apa yang dimaksug professional? Yakni seseorang yang mampu bekerja dengan menguasai keilmuan di bidangnya. Maka dari itu penulis professional hendaknya mempunyai karakter sebagai berikut :
1) Mempunyai tujuan yang jelas. Artinya seorang penulis yang membuat suatu karya harus punya tujuan yang jelas bukan sekedar main-main. Misalnya bertujuan untuk membuat sesuatu yang bermakna atau bermanfaat bagi orang lain. Atau untuk mendapatkan uang untuk tujuan yang baik, dsb.
2) Disiplin kerja. Artinya memiliki keteraturan dan jadwal untuk menulis secara kontinyu. Dalam bekerja, tak menunda-nunda pekerjaan atau sekedar menunggu inspirasi, tapi ciptakan suasana agar tetap bekerja sesuai jadwal dan disiplin waktu. Kalau memang suatu tulisan harus selesai dalam waktu tertentu, selesaikan secara tepat waktu (on time)
3) Bekerja secara efektif dan efisien. Artinya bekerja secara cekatan dan tangkas tidak berlama-lama. Suatu pekerjaan bisa diselesaikan dengan tenaga atau modal sedikit mungkin dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya ( atau tidak menunda-nunda) dengan hasil yang maksimal, inilah yang disebut efektif dan efisien.
4) Mempunyai target yang jelas. Artinya, penulis professional mampu mengerjakan pekerjaan sesuai target yang ditentukan. Misalnya sebuah artikel atau esai, cerita atau puisi harus selesai dalam waktu tertentu seperti tiga jam, atau sehari, dua hari, atau seminggu. Setelah sampai pada waktu yang ditentukan ia harus selesai. Atau kalau menulis buku harus selesai dalam jangkau waktu tertentu satu bulan, dua bulan, atau setengah tahun atau satu tahun, dan sejenisnya. Target tulisan harus selesai ada waktunya.
5) Mempunyai Keilmuan dan kompentensi. Artinya penulis professional harus menguasai keilmuan dan kompetensi sesuai bidang tulisannya. Misalnya, bidang sastra, hokum, ekonomi, pendidikan, dan sejenisnya. Dalam menulis, dia tidak asal menulis, asal bisa. Secara tehnis kepenulisan dan teori atau isi tulisan, dia betul-betul menguasai. Mungkin saja, seseorang menulis sembarang tulisan dan hasilnya bagus, tetapi dia tidak bisa disebut ahli atau professional karena secara otoritas keilmuan bukan di bidangnya. Bisa disebut professional jika seorang menulis sesuai bidag keilmuannya, misalnya seorang dokter menulis bidang kesehatan, pengacara menulis bidang hukum, dosen (guru) menulis bidang pendidikan, atau seorang peneliti atau praktisi menulis masalah di bidangnya masing-masing.
6) Mendapat penghasilan. Artinya bisa disebut professional jika dia juga mendapatkan penghasilan dari apa yang mereka kerjakan. Seorang peneliti menulis hasil penelitiannya, seorang sastrawan menulis karya-karya sastranya, dan sejenisnya. Jadi apa yang ditulis bisa menghasilkan imbalan (honorarium) sebagai penghargaan atas apa yang dikerjakan. Seorang penulis bisa memperoleh penghasilan secara ajek untuk mencukup kebutuhan diri dan keluarganya.
7) Selalu belajar dan berinovasi. Artinya seorang penulis yang baik selalu belajar yang baik agar ketinggalan informasi sekaligus melakukan inovasi agar tulisan selalu actual dan diminati pembaca. Tanpa belajar dan inovasi, karya si penulis menjadi tidak menarik dan ditinggalkan pembacanya. Tulisannya dianggap basi dan ketinggalan zaman, teori sudah usang, tak dipakai lagi. Nah, sebagai penulis professional tentu harus selalu belajar dan berinovais dalam karyanya.
Apakah engkau ingin sukses? Tentu setiap orang ingin sukses. Tetapi sukses itu memerlukan kegigihan, ketekunan, kesabaran, kerja keras dan cerdas, dan sejenisnya..
Banyak temen dan orang yang mengatakan :”Saya ingin menjadi penulis” Namun ditengah jalan banyak yang gagal dan mneyerah, karena menganggap kerja menulis sangat melelahkan dan sulit. Pada awalnya mereka tampak begitu bersemangat, tetapi ditengah jalan mereka pun menyerah dan putus asa. Hal itu dikarenakan memang mereka tidak bersungguh-sungguh, kurang niat, mudah menyerah, tidak gigih atau mungkin mempunyai oreintasi yang berbeda.
T. Alfa Edison mengingatkan “Banyak kegagalan hidup terjadi tatkala orang tak menyadari betapa keberhasilan nyaris diraih saat dia putus asa. Kemudian Wenance pun membagi kegagalan menjadi dua sebab yaitu , pertama orang yang berpikir tapi tidak pernah bertindak dan kedua, orang yang bertindak tapi tidak pernah berpikir.
Bagaimanakah Konsep menulis? Berikut beberapa hal yang perlu kita ketahui dalam konsep menulis antara lain :
1. Kita harus menyadari betul niat dan tujuan kita menulis itu untuk apa? Misalnya, untuk belajar da menguji kemampuan kita menulis, untuk aktualisasi diri, untuk mencari uang, panggilan hidup sebagai penulis, untuk ibadah dan dakwah, dan sebagainya. Kalau kita sidah menemukan bagaimana tujuan menulis, maka mantabkanlah dalam hati, jaga komitmen, istiqomah dalam kerja. Jadi aktifitas menulis mempunyai motivasi dan tujuan yang beragam tergantug maing-masing orang.
2. Selalu belajar dari mana saja dan dari siapa saja. Setelah menemukan konsep penulisan baru menuju ke masalah teknis penulisan. Yakni, bagaimana menulis yang baik sebagai aturan yang lazim Maka aktivitas membaca dan aktivitas menulis menjadi du ahal yang tak terpisahkan. Sebelum menulis hendaknya kita banyak membaca atau belajar teori menulis dari mana saja (majalah, Koran, buku, tabloid, dsb.) dan dari siapa saja (guru, penulis professional, redaktur, teman, dsb). Dengan selalu banyak membaca akan tambah wawasan dan pengetahuan tentang bagaimana menulis yang baik itu. Dengan demikian, ia akan membantu kita dalam menuangkan gagasan kita dalam tulisan yang baik pula.
3. Jangan mudah menyerah dan tetap istiqomah (tekun dan rajin) perlu diketahui juga bahwa kebanyakan mereka yang tulisannya di muat di media massa, mereka adalah orang-orang yang gigih dan mampu mengatasi kegagalan menjadi energi menuju kesuksesan. Kebanyakan mereka yang sukses sebagai penulis di awal proses penulisan juga mengalami kedala, gagal, putus asa, miskin, frustasi,, tetapi mereka berusaha bangkit, terus belajar dan menulis dengan baik, dan ternyata akhirnya mereka berhasil dan menuai hasilnya. Ibarat seorang petani , mereka telha menanam berkali kali dan akhirnya bisa memanen apa yang mereka tanam. Untuk menembus media massa lokal baik majalah atau Koran, apalagi media massa nasional yang cukup bergengsi, mereka harus mengirim berkali-kali, bisa lima, sepuluh, dua puluh, bahkan hingga seratus lebih tulisan agar bisa menembus media tersebut. Sebuah perjuangan yang tak ringan memang. Untuk menghasilkan karya yang baik dibutuhkan usaha yang keras, pengorbanan apapun dan kesungguhan. Mereka tak menyerah, tetap istiqomah, rajin dan terus menerus berkarya sampai berhasil.
4. Qona’ah, menerima apa adanya dan membuat lebih baik. Bagaimana jika tulisan kita ditolak? Terima saja dengan lapang dada dan coba perbaiki lagi. kEmudian kirim lagi ke media lain. Barang kali ditolaknya tulisan bukan karena kualitasnya, tetapi mungkin tidak sesuai misi dan visi redaksi, positif thinking aja Perbaiki dan kirim ke media yang sesuai mutu karyamu.
5. Dengan kegigihan, tak mudah menyerah, istiqomah, sabar berproses, maka seseorang akan berhasil mewujudkan apa yang menjadi impian dan cita-citanya. Dalam banyak bidang tak bisa melepaskan prinsip-pinsip tersebut, termasuk dunia tulis menulis.
Bagaimana Menjadi Penulis Profesional
Setiap profesi membutuhkan keahlian. Yakni keahlian di bidangnya masing-masing. Penulis sebagai profesi sama dengan profesi lain seperti dokter, pengacara, akuntan, guru, dosen, dan lainnya. Apa yang dimaksug professional? Yakni seseorang yang mampu bekerja dengan menguasai keilmuan di bidangnya. Maka dari itu penulis professional hendaknya mempunyai karakter sebagai berikut :
1) Mempunyai tujuan yang jelas. Artinya seorang penulis yang membuat suatu karya harus punya tujuan yang jelas bukan sekedar main-main. Misalnya bertujuan untuk membuat sesuatu yang bermakna atau bermanfaat bagi orang lain. Atau untuk mendapatkan uang untuk tujuan yang baik, dsb.
2) Disiplin kerja. Artinya memiliki keteraturan dan jadwal untuk menulis secara kontinyu. Dalam bekerja, tak menunda-nunda pekerjaan atau sekedar menunggu inspirasi, tapi ciptakan suasana agar tetap bekerja sesuai jadwal dan disiplin waktu. Kalau memang suatu tulisan harus selesai dalam waktu tertentu, selesaikan secara tepat waktu (on time)
3) Bekerja secara efektif dan efisien. Artinya bekerja secara cekatan dan tangkas tidak berlama-lama. Suatu pekerjaan bisa diselesaikan dengan tenaga atau modal sedikit mungkin dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya ( atau tidak menunda-nunda) dengan hasil yang maksimal, inilah yang disebut efektif dan efisien.
4) Mempunyai target yang jelas. Artinya, penulis professional mampu mengerjakan pekerjaan sesuai target yang ditentukan. Misalnya sebuah artikel atau esai, cerita atau puisi harus selesai dalam waktu tertentu seperti tiga jam, atau sehari, dua hari, atau seminggu. Setelah sampai pada waktu yang ditentukan ia harus selesai. Atau kalau menulis buku harus selesai dalam jangkau waktu tertentu satu bulan, dua bulan, atau setengah tahun atau satu tahun, dan sejenisnya. Target tulisan harus selesai ada waktunya.
5) Mempunyai Keilmuan dan kompentensi. Artinya penulis professional harus menguasai keilmuan dan kompetensi sesuai bidang tulisannya. Misalnya, bidang sastra, hokum, ekonomi, pendidikan, dan sejenisnya. Dalam menulis, dia tidak asal menulis, asal bisa. Secara tehnis kepenulisan dan teori atau isi tulisan, dia betul-betul menguasai. Mungkin saja, seseorang menulis sembarang tulisan dan hasilnya bagus, tetapi dia tidak bisa disebut ahli atau professional karena secara otoritas keilmuan bukan di bidangnya. Bisa disebut professional jika seorang menulis sesuai bidag keilmuannya, misalnya seorang dokter menulis bidang kesehatan, pengacara menulis bidang hukum, dosen (guru) menulis bidang pendidikan, atau seorang peneliti atau praktisi menulis masalah di bidangnya masing-masing.
6) Mendapat penghasilan. Artinya bisa disebut professional jika dia juga mendapatkan penghasilan dari apa yang mereka kerjakan. Seorang peneliti menulis hasil penelitiannya, seorang sastrawan menulis karya-karya sastranya, dan sejenisnya. Jadi apa yang ditulis bisa menghasilkan imbalan (honorarium) sebagai penghargaan atas apa yang dikerjakan. Seorang penulis bisa memperoleh penghasilan secara ajek untuk mencukup kebutuhan diri dan keluarganya.
7) Selalu belajar dan berinovasi. Artinya seorang penulis yang baik selalu belajar yang baik agar ketinggalan informasi sekaligus melakukan inovasi agar tulisan selalu actual dan diminati pembaca. Tanpa belajar dan inovasi, karya si penulis menjadi tidak menarik dan ditinggalkan pembacanya. Tulisannya dianggap basi dan ketinggalan zaman, teori sudah usang, tak dipakai lagi. Nah, sebagai penulis professional tentu harus selalu belajar dan berinovais dalam karyanya.
Kamis, 30 Juli 2009
Selasa, 21 Juli 2009
Mendekat dan Berdoalah kepada Allah
Zaman yang penuh gejolak dan fitnah seperti saat ini, semestinya mendorong kita untuk terus mendekat kepada Allah..
Setiap saat, setiap keadaan, kala lapang atau sempit. Kita harus saling berpacu, mendekat lebih dekat kepada Allah,
agar setiap saat kita selalu dalam bimbingan-Nya, agar kita senantiasa mendapat pertolongan-Nya,
karena Dialah penolong sejati Yang pasti akan mengeluarkan manusia dari setiap permasalahan hidupnya.
Sudah semestinya kita hanya meminta dan bersyukur kepada Allah.
Sudah seharusnya juga kita beribadah dan mempersembahkan amal shalih hanya kepada Allah.
Tidak sepantasnya kita meminta kepada selain Allah. Dan tidak sepatutnya kita bersyukur kepada selainnya…
Sejenak Merenung…
Ketika engkau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia.. Allah tahu betapa kerasnya engkau sudah berusaha..
Ketika engkau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih… Allah sudah menghitung air matamu..
Ketika engkau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk dengan diri mereka sendiri… Allah selalu berada di sampingmu…
Ketika engkau pikir bahwa engkau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi… Allah punya jawabannya…
Allah adalah Dzat Yang Maha Kuasa, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang yang telah berfirman dalam Al Qur’an:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.
Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku,
Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”
(QS. Al Baqoroh: 186)
Kedekatan Allah kepada hambanya adalah jaminan bahwa Dia Maha Mengetahui keinginan, perasaan, pikiran, kata-kata yang diucapkan, bisikan,
bahkan apa saja yang tersembunyi dalam hati kita.
Dengan demikian, Allah Mendengar dan Mengetahui setiap orang yang berdo’a dan bermunajat kepadaNya.
Inilah karunia Allah kepada manusia dan sebagai wujud dari kasih sayang, rahmat, dan kekuasaan-Nya yang tiada batas.
Dialah pemilik segala sesuatu di seluruh alam semesta.
Setiap makhluk, mulai dari orang yang tampaknya paling kuat hingga orang yang terlemah,
dari binatang yang sangat besar hingga yang terkecil, semuanya milik Allah dan berada dalam kehendak serta pengaturanNya yang mutlak.
Bila kita menyakini kebenaran ini,
maka kita bisa berdo’a kepada Allah mengenai apa saja sambil menyakini bahwa Dia akan mengabulkan do’a kita.
Bila kita mengalami ketakutan dan kecemasan,
kita bisa berdo’a kepada Allah agar terbebas dari ketakutan dan kecemasan itu.
Begitu pula bila kita menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan,
maka kita bisa menghadapkan hati dan jiwa kita kepada Allah untuk menghilangkan kesulitan itu.
Inilah yang ditekankan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam dalam sabdanya :
“ Maukah aku beritahukan kepadmu satu senjata yang dapat melindungimu dari kejahatan musuh dan agar rejekimu bertambah?”
mereka berkata:” Tentu saja wahai Rasulullah.” Beliau bersabda:” Serulah Tuhanmu siang dan malam,
karena berdo’a merupakan senjata bagi orang yang beriman.
Dia Maha Mengetahui perkataan apa saja yang kita ucapkan, apa saja yang kita pikirkan, dan peristiwa yang kita alami.
Bahkan ketika kita tertidur, Allah mengetahui apa yang ada dalam alam mimpinya. Allah adalah Yang menciptakan segala sesuatu.
Oleh karena itu, kapan saja kita berdoa kepada Allah,
kita harus menyadari bahwa Allah akan menerima do’anya pada saat yang paling tepat dan akan memberikan apa yang terbaik baginya..
Setiap orang yang menghadapkan hati kepada Allah dan berdo’a kepadaNya,
haruslah menyakini bahwa Allah berkuasa melakukan apa saja dan menyakini bahwa mudah saja baginya untuk memenuhi setiap keinginan hambanya,
jika didalamnya memang terdapat kebaikan untuk diri dan agamanya.
Allah adalah Dzat Yang berhak menjadi tempat mengadu bagi orang-orang yang dilanda kegelisahan, kesempitan, kesulitan dan kesedihan.
Dialah tempat memohon pertolongan. Dia pula Yang layak menjadi tempat bergantung, memohon dan meminta bagi semua makhluk.
Manusia wajib berdo’a dan meminta kepadaNya dalam keadaan lapang maupun sempit dan dalam keadaan mudah maupun susah.
Kita harus menumpahkan semua permasalahan ke hadapanNya dan kita juga tetap harus bertawassul kepadaNya.
Kita harus duduk bersimpuh di depan pintu gerbangNya sambil memohon, menangis, merendahkan diri, dan meminta ampunanNya.
Lalu, tunggulah! Karena pada saatnya nanti akan datang pertolongan, ma’unah, bantuan, dan kemudahan yang bersumber dariNya…
Zaman yang penuh gejolak dan fitnah seperti saat ini, semestinya mendorong kita untuk terus mendekat kepada Allah..
Setiap saat, setiap keadaan, kala lapang atau sempit. Kita harus saling berpacu, mendekat lebih dekat kepada Allah,
agar setiap saat kita selalu dalam bimbingan-Nya, agar kita senantiasa mendapat pertolongan-Nya,
karena Dialah penolong sejati Yang pasti akan mengeluarkan manusia dari setiap permasalahan hidupnya.
Sudah semestinya kita hanya meminta dan bersyukur kepada Allah.
Sudah seharusnya juga kita beribadah dan mempersembahkan amal shalih hanya kepada Allah.
Tidak sepantasnya kita meminta kepada selain Allah. Dan tidak sepatutnya kita bersyukur kepada selainnya…
Sejenak Merenung…
Ketika engkau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia.. Allah tahu betapa kerasnya engkau sudah berusaha..
Ketika engkau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih… Allah sudah menghitung air matamu..
Ketika engkau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk dengan diri mereka sendiri… Allah selalu berada di sampingmu…
Ketika engkau pikir bahwa engkau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi… Allah punya jawabannya…
Allah adalah Dzat Yang Maha Kuasa, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang yang telah berfirman dalam Al Qur’an:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.
Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku,
Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”
(QS. Al Baqoroh: 186)
Kedekatan Allah kepada hambanya adalah jaminan bahwa Dia Maha Mengetahui keinginan, perasaan, pikiran, kata-kata yang diucapkan, bisikan,
bahkan apa saja yang tersembunyi dalam hati kita.
Dengan demikian, Allah Mendengar dan Mengetahui setiap orang yang berdo’a dan bermunajat kepadaNya.
Inilah karunia Allah kepada manusia dan sebagai wujud dari kasih sayang, rahmat, dan kekuasaan-Nya yang tiada batas.
Dialah pemilik segala sesuatu di seluruh alam semesta.
Setiap makhluk, mulai dari orang yang tampaknya paling kuat hingga orang yang terlemah,
dari binatang yang sangat besar hingga yang terkecil, semuanya milik Allah dan berada dalam kehendak serta pengaturanNya yang mutlak.
Bila kita menyakini kebenaran ini,
maka kita bisa berdo’a kepada Allah mengenai apa saja sambil menyakini bahwa Dia akan mengabulkan do’a kita.
Bila kita mengalami ketakutan dan kecemasan,
kita bisa berdo’a kepada Allah agar terbebas dari ketakutan dan kecemasan itu.
Begitu pula bila kita menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan,
maka kita bisa menghadapkan hati dan jiwa kita kepada Allah untuk menghilangkan kesulitan itu.
Inilah yang ditekankan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam dalam sabdanya :
“ Maukah aku beritahukan kepadmu satu senjata yang dapat melindungimu dari kejahatan musuh dan agar rejekimu bertambah?”
mereka berkata:” Tentu saja wahai Rasulullah.” Beliau bersabda:” Serulah Tuhanmu siang dan malam,
karena berdo’a merupakan senjata bagi orang yang beriman.
Dia Maha Mengetahui perkataan apa saja yang kita ucapkan, apa saja yang kita pikirkan, dan peristiwa yang kita alami.
Bahkan ketika kita tertidur, Allah mengetahui apa yang ada dalam alam mimpinya. Allah adalah Yang menciptakan segala sesuatu.
Oleh karena itu, kapan saja kita berdoa kepada Allah,
kita harus menyadari bahwa Allah akan menerima do’anya pada saat yang paling tepat dan akan memberikan apa yang terbaik baginya..
Setiap orang yang menghadapkan hati kepada Allah dan berdo’a kepadaNya,
haruslah menyakini bahwa Allah berkuasa melakukan apa saja dan menyakini bahwa mudah saja baginya untuk memenuhi setiap keinginan hambanya,
jika didalamnya memang terdapat kebaikan untuk diri dan agamanya.
Allah adalah Dzat Yang berhak menjadi tempat mengadu bagi orang-orang yang dilanda kegelisahan, kesempitan, kesulitan dan kesedihan.
Dialah tempat memohon pertolongan. Dia pula Yang layak menjadi tempat bergantung, memohon dan meminta bagi semua makhluk.
Manusia wajib berdo’a dan meminta kepadaNya dalam keadaan lapang maupun sempit dan dalam keadaan mudah maupun susah.
Kita harus menumpahkan semua permasalahan ke hadapanNya dan kita juga tetap harus bertawassul kepadaNya.
Kita harus duduk bersimpuh di depan pintu gerbangNya sambil memohon, menangis, merendahkan diri, dan meminta ampunanNya.
Lalu, tunggulah! Karena pada saatnya nanti akan datang pertolongan, ma’unah, bantuan, dan kemudahan yang bersumber dariNya…
Pertolongan Allah Akan Tiba
Bismillah..
Jangan biarkan persoalan hidup mu
Membuat dirimu melupakan pertolongan Allah
Hadapilah setiap persoalan dengan kesungguhan
Karena pertolongan Allah beserta usaha keras mu
Janganlah pernah berputus asa terhadap pertolongan Allah
Seringkali kita tidak sabar menunggu datangnya pertolonganNya
Padahal Pertolongan Allah itu sebentar lagi akan tiba…
Sgala kehidupan yang tampak rumit berbelit dapat menjadi sederhana
Sgala kehidupan yang dirasakan buram kelabu, bahkan gelap gulita
Bisa saja menjadi bening dan terang benderang..
Apapun yang kita hadapi, kita alami, kita rasakan, dan kita terima saat ini
Hendaknya kita yakini sebagai sesuatu yang terindah dan terbaik dari Nya
Dengan begitu hati kita akan tetap bersandar kepadaNya, bertawakkal kepadaNya
Kita tidak menyerah pada prasangka buruk, tidak dikuasai khayalan-khayalan semu
Sehingga hilanglah perasaan sedih dan kita akan mendapatkan kekuatan, kelapangan
Dan kebahagiaan walau dalam situasi dan kondisi apapun.
Setiap saat, setiap keadaan, kala lapang atau sempit.
Kita harus berpacu, mendekat lebih dekat kepada Allah…
Agar setiap saat kita selalu dalam bimbingan-Nya..
Agar setiap keadaan kita senantiasa mendapat pertolongan-Nya
Karena Dialah sebaik-baik pelindung dan pemberi pertolongan
Bismillah..
Jangan biarkan persoalan hidup mu
Membuat dirimu melupakan pertolongan Allah
Hadapilah setiap persoalan dengan kesungguhan
Karena pertolongan Allah beserta usaha keras mu
Janganlah pernah berputus asa terhadap pertolongan Allah
Seringkali kita tidak sabar menunggu datangnya pertolonganNya
Padahal Pertolongan Allah itu sebentar lagi akan tiba…
Sgala kehidupan yang tampak rumit berbelit dapat menjadi sederhana
Sgala kehidupan yang dirasakan buram kelabu, bahkan gelap gulita
Bisa saja menjadi bening dan terang benderang..
Apapun yang kita hadapi, kita alami, kita rasakan, dan kita terima saat ini
Hendaknya kita yakini sebagai sesuatu yang terindah dan terbaik dari Nya
Dengan begitu hati kita akan tetap bersandar kepadaNya, bertawakkal kepadaNya
Kita tidak menyerah pada prasangka buruk, tidak dikuasai khayalan-khayalan semu
Sehingga hilanglah perasaan sedih dan kita akan mendapatkan kekuatan, kelapangan
Dan kebahagiaan walau dalam situasi dan kondisi apapun.
Setiap saat, setiap keadaan, kala lapang atau sempit.
Kita harus berpacu, mendekat lebih dekat kepada Allah…
Agar setiap saat kita selalu dalam bimbingan-Nya..
Agar setiap keadaan kita senantiasa mendapat pertolongan-Nya
Karena Dialah sebaik-baik pelindung dan pemberi pertolongan
Biodata Hamzah Mulad Sudigda
Saya lahir di Klaten pada tanggal 27 September 1982
Alumni Jurusan Ekonomi Islam STAIN Surakarta ‘07
DALAM PENCARIAN
Sungguh ku rasakan arti yang mendalam
Saat ku tahu semua dalam pencarian
Ilmu yang dipunya masih sedikit rasanya
Semua masih perlu dicari dengan upaya
Sungguh ku masih mencari
Ilmu yang kan menyinari hidupku
Belahan jiwa yang akan memberi kasih sayang..
Harta dan kekayaan yang dapat memberiku kebahagiaan
Sungguh ku masih mencari
Langkah perbaikan untuk diri dan masyarakat semua
Kala dunia yang tak lagi ramah menyapa
Ku coba tetap bertahan dalam pencarian.
Sungguh langkah masih panjang
Untuk meretas asa mencapai cita-cita
Impian yang selama ini ada di dada
Perlahan tapi pasti terus melangkah
Dalam pencarian yang tanpa lelah
Memahami arti dan tujuan hidup
Menemukan kebahagiaan yang bermakna
Saat tekad di hati telah begitu membara
Mencoba meraih impian menggapai cita-cita
Akan tetap teguh memperjuangkannya
Meski berbagai rintangan di depan mata
Sungguh dalam hati ku berdoa
Semoga apa yang ku cari akan dapat ditemukan
Apa yang dinanti akan segera datang
Apa yang ku harapkan pun akan terwujudkan
Wahai Allah Yang Pengasih lagi Maha Penyayang
Yang menguasai segala sesuatu di seluruh alam semesta.
Semoga doa-doa yang ku panjatkan dapat Engkau kabulkan
Amiin Yaa Robbal Alamiin………
Saya lahir di Klaten pada tanggal 27 September 1982
Alumni Jurusan Ekonomi Islam STAIN Surakarta ‘07
DALAM PENCARIAN
Sungguh ku rasakan arti yang mendalam
Saat ku tahu semua dalam pencarian
Ilmu yang dipunya masih sedikit rasanya
Semua masih perlu dicari dengan upaya
Sungguh ku masih mencari
Ilmu yang kan menyinari hidupku
Belahan jiwa yang akan memberi kasih sayang..
Harta dan kekayaan yang dapat memberiku kebahagiaan
Sungguh ku masih mencari
Langkah perbaikan untuk diri dan masyarakat semua
Kala dunia yang tak lagi ramah menyapa
Ku coba tetap bertahan dalam pencarian.
Sungguh langkah masih panjang
Untuk meretas asa mencapai cita-cita
Impian yang selama ini ada di dada
Perlahan tapi pasti terus melangkah
Dalam pencarian yang tanpa lelah
Memahami arti dan tujuan hidup
Menemukan kebahagiaan yang bermakna
Saat tekad di hati telah begitu membara
Mencoba meraih impian menggapai cita-cita
Akan tetap teguh memperjuangkannya
Meski berbagai rintangan di depan mata
Sungguh dalam hati ku berdoa
Semoga apa yang ku cari akan dapat ditemukan
Apa yang dinanti akan segera datang
Apa yang ku harapkan pun akan terwujudkan
Wahai Allah Yang Pengasih lagi Maha Penyayang
Yang menguasai segala sesuatu di seluruh alam semesta.
Semoga doa-doa yang ku panjatkan dapat Engkau kabulkan
Amiin Yaa Robbal Alamiin………
Langganan:
Postingan (Atom)